Agen Poker - Hebohnya penampakan matahari kembar empat di Kepulauan Riau (Kepri) yang viral melalui media sosial (medsos) sejak Rabu (10/10/2018) kemarin, hingga saat ini, Jumat (12/10/2018) masih terasa. Bahkan ada sebagian masyarakat yang menyebutkan bahwa fenomena ini menandakan dunia sudah tua dan tidak lama lagi akan berakhir.
Wajar saja banyak asumsi yang timbul di kalangan masyarakat, sebab fenomena ini baru pertama kali terjadi dan terlihat di Kepri.
Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam Addini yang dihubungi Kompas.com mengatakan bahwa fenomena penampakan matahari kembar empat merupakan hal biasa.
Hal itu terjadi karena adanya pantulan dari sinar matahari yang menerobos awan yang mengandung kristal es atau lebih dikenal awan sirus.
"Jadi matahari tidak bertambah dan tetap satu. Hanya saja awan sirus tadi yang memantulkan cahaya sehingga matahari tersebut terlihat kembar," kata Addini, Jumat (12/10/2018).
Agen Poker - Moh Baidowi (19), warga Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan dijebloskan ke balik jeruji Mapolsek Kwanyar, Jumat (12/10/2018). Ia menjadi pesakitan usai menyetubuhi, merekam, dan menyebarkan video persetubuhan dengan mantan pacarnya di facebook.
Korbannya berasal dari tetangga desa tersangka. Sebut saja Bunga (16). Korban kala itu masih berstatus pelajar SMP dan mantan pacar tersangka.
Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno mengungkapkan, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 1 Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang tindak pidana persetubuhan anak.
"Tersangka menyerahkan diri. Selanjutnya, Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres menjemputnya untuk penyidikan," ungkapnya.
Persetubuhan itu terjadi pada setahun lalu, sekitar Agustus 2017 sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum tiba di sekolah, korban ke rumah tersangka untuk mengembalikan kartu seluler milik tersangka.
Suyitno menjelaskan, saat itulah tersangka menarik tangan korban hingga masuk ke rumah dan menyetubuhinya.
"Tersangka merekam persetubuhan itu. Rekaman video lantas dijadikan 'senjata' agar korban bersedia melayani nafsu bejatnya," jelasnya.
Keterangan yang dihimpun penyidik dari tersangka, lanjutnya, persetubuhan dengan korban selanjutnya terjadi setiap dua minggu sekali periode Agustus-September 2017.
"Tersangka mengancam akan menyebar video tersebut jika korban menolak disetubuhi," paparnya.
Kasus tersebut terkuak pada awal Oktober 2018. Video rekaman persetubuhan itu disebar tersangka di facebook. Anehnya, akun facebok penyebar video itu atas nama korban.
"Video itu ditemukan salah seorang guru SMK korban. Pihak sekolah lantas mengkonfirmasi kepada keluarga korban," terang Suyitno.
Usut punya usut, lanjutnya, tersangka sengaja membuat akun facebook atas nama korban dan menyebarkan video itu.
"Seolah-olah korban yang menyebarkan. Maka dari itu, pelaku nantinya dijerat UU ITE atas penyebaran video itu," pungkasnya.
Polisi menyita seragam sekolah berwarna biru-putih beserta perlengkapan pakaian dalamnya. Penangkapan tersangka juga didasarkan hasil Visum et Repertum dan laporan keluarga Bunga.
Agen Poker - Pelajar kelas 3 SMP bernama Satria Bin M Yunus (15) tewas tertembak saat menggagalkan aksi perampokan. Peristiwa perampokan tersebut terjadi di Lorong Ogan Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU Propinsi Sumatera Selatan Jumat (12/10/2018) dini hari pukul 03.00 dini hari.
Dilansir dari Sripoku, Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim AKP Alex Adriyan, S.Kom mengatakan pihak kepolisian sedang memburu pelaku.
Polisi memberikan pengertian pada orangtua korban pentingnya proses autopsi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di kepala korban.
Akhirnya orangtua korban yakni Muhammad Yunus dan Susi mengizinkan petugas untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Satria.
Awal dari peristiwa ini yakni pada pukul 03.00 WIB, enam orang pelaku dengan menggunakan tiga sepeda motor datang ke desa Lorong Ogan dan hendak mencuri sepeda motor milik Aslim yakni Yamaha Vixion warna hitam BG 2815 FAI.
Namun warga memergoki aksi tersebut saat para pelaku akan membawa kabur motor itu.
Pelaku kesulitan untuk menghidupkan sepeda motor, mereka lalu meninggalkan motor tersebut.
Lantaran aksinya kepergok, mereka mengacungkan senjata apai sambil kabur dan memerintahkan warga untuk tiarap.
Warga yang melihat pelaku mengacungkan senjata api lantas ketakutan dan langsung tiarap, namun sambil berteriak maling.
Korban yang mendengar teriakan maling kemudian berinisiatif untuk membantu menangkap pelaku.
Pelaku yang mengendarai motor pertama lolos, saat pengandara kedua akan lewat, korban langsung mengangkat kursi dan akan memukul pelaku.
Namun nahas, pelaku dengan motor ketiga (paling belakang) langsung menembakkan senpi ke arah kepala korban.
Korban kemudian seketika jatuh dan menghembuskan napas terakhir di depan Langgar Ogan Kertapati. Para pelaku langsung kabur mengarah ke Jembatan Ogan 1.
Warga kemudian langsung menghubungi polisi, petugas piket Intel dan SPKT Polres OKU langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi korban dan membawanya ke UGD RSUD dr Noesmir Baturaja.
Saat ini jenazah masih ditangani tim forensik untuk proses autopsi dan penyelidikan.
Agen Poker - Seorang laki-laki berinisial H, warga Pekauman, Kota Banjarmasin ditemukan tewas tergantung pada seutas tali, Senin (8/10/2018) sekitar pukul 00.25 Wita.
Diunggah akun Facebook Miftah Farid S.Ap, Senin (8/10/2018), H diduga bunuh diri di dalam menara Masjid Al Khair.
Jasad H telah dievakuasi ke RSUD Ulin Banjarmasin.
Selain itu, ditemukan pula pesan yang ditulis dalam sobekan kardus di lokasi kejadian.
Pesan tersebut ditujukan untuk seorang wanita.
"Selamat tinggal AP Aku Cinta Kamu," isi pesan tersebut.
Melansir Banjarmasinpost.com, H diduga nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan asmara.
Pesan yang tertulis dalam kertas kardus tersebut ditemukan tak jauh dari lokasi H ditemukan tewas.
"Selain kertas kardus, ada juga ditemukan pulpen yang diduga dipakai korban menuliskan pesannya sebelum gantung diri," kata Ipul, seorang anggota relawan PMK Penjelajah dikutip dari Banjarmasinpost.com.
Agen Poker - Sebuah bus yang mengangkut rombongan mahasiswa mengalami kecelakaan, Minggu (7/10/2018).
Insiden itu terjadi di Jalan Sukorini, Dusun Legoksari, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Melansir TribunJateng.com, bus Dana Perkasa itu mengangkut 25 mahasiswa Unisbank Semarang pulang dari malam keakaraban (makrab) di Blue Masion Villa, Bandungan.
Bus bernopol H 1521 BA yang mengalami kecelakaan tersebut adalah bus ke-delapan sekaligus terakhir.
Menurut Kasmani (60), saksi, bus itu tak kuat menanjak dan sudah tiga kali diganjal, tetapi tetap berjalan mundur.
"Bus mlorot kemudian ban diganjal tapi ternyata tetap tak kuat. Sampai tiga kali tapi bus tetap berjalan mundur. Akhirnya menghantam dinding talud bangunan dan terguling ke kanan," ujar Kasman.
Seorang mahasiswa, Iftah Faizzatin (18), warga Desa Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, meninggal dalam kecelakaan maut ini.
Kapolsek Bandungan Iptu Agus Pardiyono Marinus menduga korban panik dan loncat melalui jendela bus.
Namun tubuhnya justru tertimpa bus, dan korban dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Dua korban lain mengalami luka-luka dan sempat dirawat di RSUD Ungaran: Rangga Yusuf H (19), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, dan Kodrisah M F (18), warga Desa Pundenarum, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.
Sementara para mahasiswa yang selamat dibawa ke Kota Semarang menggunakan bus kampus dan kendaraan pribadi.
Agus menerangkan, sopir, Sawilan (59), warga Desa Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, dan kernet, Jumpriyanto (55), telah diamankan Polsek Bandungan.
"Kami mengimbau pengguna jalan, memastikan kendaraan mereka benar-benar fit sebelum melintasi wilayah Bandungan.
Tak sedikit kecelakaan di sini disebabkan kendaraan yang kurang baik, semisal kampas rem tipis atau kondisi mesin tak baik," kata Agus.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polres Semarang Ipda Wardoyo mengatakan, bus dalam kondisi laik jalan pada pemeriksaan fisik awal.
Kendati demikian, status KIR terakhir dari lambung bus dilakukan pada 2006, pajak habis pada 2007, dan status pelat terakhir 2011, tetapi yang tertempel pada bus hingga 2020.
"STNK sudah mati sejak sembilan tahun lalu," ujar Wardoyo.
Wardoyo menernagkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Agen Poker - Video asusilayang melibatkan oknum mahasiswa di UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung sempat membuat heboh beberapa waktu lalu.
Video tersebut beredar di grup WhatsApp dan media sosial.
Kini pihak kampus telah mengetahui perekam video asusila tersebut.
Melansir TribunJabar.id, Selasa (9/10/2018), Kepala Biro AUPK UIN SGD Jaenudin mengungkapkan pelaku perekaman video tak lain merupakan oknum mahasiswa UIN SGD Bandung.
"Kami sudah mendapatkan pelaku perekam video asusila tersebut, pelakunya mahasiswa UIN SGD Bandung juga, nama, jurusannya dan semester berapa kami belum bisa beri tahu karena rencana hari ini ada rapat untuk kasus ini," kata Jaenudin, Senin (8/10/2018) dikutip dariTribunJabar.id.
Dalam rapat tersebut juga akan diputuskan hukuman untuk kasus pelaku asusila dan perekam video tersebut.
Jaenudin mengatakan, kasus tersebut tidak dilaporkan ke polisi.
Menurutnya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan internal kampus
Diberitakan sebelumnya, video tersebut diduga direkam dari sebuah rumah di depan lokasi kejadian di mana terdapat jendela berteralis di lantai atas rumah tersebut.
Selain itu, terdapat pula suara perempuan yang 'bocor' dalam video tersebut.
Diduga ada dua orang yang sedang berbicara.
"Itu lihat, gue videoin, bukan masalah julid," kata seorang perempuan terdengar dalam video.