Agen Poker - Tiga pria diduga pengikut aliran sesat tega menghabisi nyawa tiga anggota keluarganya.
Pembantaian itu terjadi di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, seperti dilansir dari Tribun-Medan.com, Selasa (5/6/2018).
Ketiga pelaku masih berhubungan keluarga, yakni Almahdi alias Mahdi alias AM, Buyung alias B, dan Mukmin alias MK, warga Lubuk Kancah, Ranto Baek, Madina.
Berdalih setelah mendapat perintah lewat bisikan gaib, mereka menghabisi nyawa anggota keluarganya.
Seorang bayi dibuang dan dihanyutkan ke sungai. Dua korban lainnya dibunuh, kemudian pakaiannya dilucuti sampai telanjang bulat.
Diduga Pelaku Almahdi alias Mahdi alias AM menganut aliran sesat yang pernah dianut oleh almarhum ayahnya Jalaluddin.
Dugaan tersebut diungkapkan oleh Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji.
Banyak penyimpangan pelaksanaan ibadah oleh pendiri aliran sesat almarhum Jalaluddin.
Satu diantaranya dalam menentukan kiblat untuk salat. Umat Islam menentukan arah kiblat umumnya mengacu pada arah Kabah.
Sedangkan kelompok ini berbeda.
Dugaan tersebut diungkapkan oleh Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji.
Banyak penyimpangan pelaksanaan ibadah oleh pendiri aliran sesat almarhum Jalaluddin.
Satu diantaranya dalam menentukan kiblat untuk salat. Umat Islam menentukan arah kiblat umumnya mengacu pada arah Kabah.
Sedangkan kelompok ini berbeda.
Kemudian, ibadah salat dilakukan setelah menunggu bisikan dari 'Malaikat Djibril'.
Jika tidak ada bisikan, maka belum boleh menunaikan salat.
Bahkan saat itu pemerintah daerah, MUI dan kepolisian datang ke lokasi pesantren Jalaluddin. untuk meluruskan, Maret silam.
Akhirnya Jalaluddin menyadari dan berjanji kembali ke jalan yang benar menurut syariat Islam.
Dua bulan berlalu, setelah dikunjungi MUI dan kepolisian Jalaluddin akhirnya meninggal dunia.
Pasca dikunjungi Januari silam, hingga sebelum pembunuhan kemarin terjadi, pemerintah daerah tidak lagi mendengar ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pesantren tersebut.
Pasca meninggalnya Jalaluddin, anaknya bernama Almahdi alias Mahdi alias AM, menyatakan dirinya sebagai titisan yang meneruskan ajaran dari orangtuanya.
Jika tidak ada bisikan, maka belum boleh menunaikan salat.
Bahkan saat itu pemerintah daerah, MUI dan kepolisian datang ke lokasi pesantren Jalaluddin. untuk meluruskan, Maret silam.
Akhirnya Jalaluddin menyadari dan berjanji kembali ke jalan yang benar menurut syariat Islam.
Dua bulan berlalu, setelah dikunjungi MUI dan kepolisian Jalaluddin akhirnya meninggal dunia.
Pasca dikunjungi Januari silam, hingga sebelum pembunuhan kemarin terjadi, pemerintah daerah tidak lagi mendengar ada penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pesantren tersebut.
Pasca meninggalnya Jalaluddin, anaknya bernama Almahdi alias Mahdi alias AM, menyatakan dirinya sebagai titisan yang meneruskan ajaran dari orangtuanya.
Simak video di atas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar