Senin, 07 Mei 2018

Cabuli Gadis Tetangga Hingga Hamil, Pelaku Tak Bertanggung Jawab Malah Jual Bayinya saat Lahir


Agen Poker  Kasus pencabulan kian marak terjadi dan meresahkan masyarakat.

Bahkan pelaku dan korban kini bisa saja terjadi dari kalangan yang mungkin tak terduga.

Misalnya keluarga, pacar, teman hingga tetangga yang memang memiliki hubungan baik.


Seperti kisah yang menimpa seorang wanita muda di Situbondo.

SE petugas TU sebuah SMP di Kecamatan Jangkar, Situbondo dilaporkan ke polisi oleh seorang ibu berinisial S, Senin (07/05/2018).

S melaporkan SE karena telah menghamili anaknya berinisial EM hingga melahirkan seorang bayi.

Dilansir dari TribunJatim, Ibu S ibu korban menjelaskan kejadian memilukan yang menimpa anaknya.

EM mengaku digauli S sebanyak tiga kali di ruang kerja saat bermain bola voli.

Perbuatan tersebut membuat EM hamil sehingga membuat SE memberi obat untuk menggugurkan kandungannya.

Namun, meski obat diminum berkali kali, janinnya tidak gugur dan malah kandungan semakin besar hingga melahirkan.

"Saat lahir, S sempat datang dan akan bertanggungjawab. Namun sampai hari ini tidak kunjung ada kabar dan malah berbalik sebagai tertuduh. Makanya saya tidak terima," katanya.

Saat EM akan melahirkan, S sempat menghubungi dan mau membawa kabur anaknya.

Bahkan saat jabang bayi telah lahir, SE malah datang untuk meminta bayi tersebut dan akan menjualnya.

"Yang saya tidak terima lagi, waktu S datang bersama ibunya serta iparnya meminta bayi yang dilahirkan karena ada orang yang mau membelinya," ungkapnya.

Ibu korban menuturkan, dirinya tidak mengetahui kalau terlapor menaruh hati sama anaknya, karena setiap membeli sesuatu selalu ke tokonya.

"Saya kira niat baik, eh tak tahunya sifatnya jelek," ujarnya, kepada sejumlah wartawan.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priyambodo membenarkan adanya laporan tersebut.

" Untuk saat ini kasus sudah ditangani penyidik PPA," kata Nanang Priyambodo.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Situbondo, Muhammad Hasim mengatakan, pada saat perjalanan menuju kegiatan, pihanya ditelpon Kabid Dinas yang memberitahukan adanya kasus hingga melahirkan.

Pihaknya mengaku belum mengetahui secara detail persoalannya sehingga masih menunggu klarifikasi dari pelaku.

"Jika itu benar, maka sangsinya sangat berat. Bisa dinonaktifkan atau dipecat. Tapi nanti kita usulkan ke bupati," kata Hasyim.
Simak video di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar